Yak hari ini adalah hari yang paling menyakitkan buat aku. Tau kenapa?yak karena ini adalah hari di mana papah aku pergi. Sekarang sudah 3 tahun papah pergi meninggalkan aku dan selama itu pula aku masih belum mampu melupakan kejadian itu. aku g tau gimana caranya melupakan kejadian itu. Setiap tanggal ini entah kenapa aku selalu menangis tanpa sebab mungkin itu cara Tuhan mengingatkan aku kepada papah.
Aku udah berusaha melakukan aktivitas untuk memalingkan sejenak pikiran aku dari papah tapi itu tidak pernah bisa terjadi. setelah aku berfikir akhirnya aku tau kenapa aku tidak bisa melupakan papah itu karena pengorbanan papah terhadap aku.
Kasih sayang papah tidak kalah dengan seorang mamah. di saat aku sakit papah tidak malu/segan menjaga aku dari pagi hingga malam dan saat aku sedih papah selalu datang menghibur dan membuat aku tertawa dan kembali ceria dengan bagaimana pun caranya dalam keadaan bagaimana pun juga.
suatu saat aku kena DBD dan papah sangat kawatir kepada aku,saat jam 12 malam dia langusung membawa aku pergi ke RS tanpa membangunkan mamah terlebih dahulu dan menjaga aku sampai besok pagi dan aku bangun baru papah tidur. aku sedih jika mengingat itu papah rela menjaga aku dan mengabaikan pekerjaan nya demi melihat aku bangun di esok hari.
saat ia cape setelah bekerja pun dia tetap ingin bersama aku, aku masih ingat ketika aku kecil papah pula yang mengajarkan aku dan mengenalkan aku pada sepak bola dan manchester united. setiap malam minggu papah selalu mengajak aku nonton sepak bola dan saat ada waktu luang papah selalu mengajak aku main bola itu adalah kenangan yang paling aku ingat dan aku harap terjadi lagi.
tapi aku sadar hal itu sangat sulit terjadi kembali kecuali ada keajaiban dan waktu dan tentu saja Tuhan mengijinkan. aku jujur aku tidak pernah malu papah seperti papah aku, papah yang selalu bekerja keras untuk keluarganya tanpa memedulikan waktu,tenaga bahkan kondisi badannnya sendiri. dia hanya ingin keluarga dan anak-anaknya bahagia, dia bekerja keras hanya untuk keluarga. bahkan hasil keringatnya sendiri jarang dia pakai untuk membeli barang-barang mewah dia lebih memilih menemani dari pada ikut membeli.
suatu saat aku pernah bertanya pah kenapa papah tidak pernah membeli barang/pakaian? dan papah dengan senyum hanya menjawab : nak papah mencari uang bukan untuk papah tapi untuk kamu,kaka kamu, dan mamah kamu, papah pasti bahagia melihat kalian bahagia tapi belum tentu papah bahagia kalian bahagia, hanya kalian sumber kebahagian dan semangat hidup papah.
seingat aku papah hanya punya 2 barang mewah yaitu cincin pernikahan dan kalung. kalung itu di dapat dari mamah, suatu saat mamah pergi ke kalimantan untuk mencari barang dan mamah membeli kalung saat mamah pulang kecirebon papah melihat kalung itu dan papah meminta kepada mamah. dan saat 2 hari menjelang kepergian papah, papah memberikan kalung itu kepada aku sebagai kenang-kenangan dan saat itu pula aku melihat papah menangis. disitu aku bingung harus gimana, jujur aku mau nangis juga saat itu tapi aku g mau nangis di depan papah dan saat itu pula aku peluk papah dengan erat seakan aku g mau melepas papah untuk pergi, tapi papah tau hal itu dan papah berkata, rian papah mungkin g bisa pulang lagi setiap saat tapi papah yakin anak-anak papah bisa mulangin papah untuk berkumpul lagi.
sampai saat ini aku masih menyimpan dan menjaga kalung dari papah hanya barang itu yang paling berharga dan bisa selalu mengingatkan aku kepada papah. Dan aku masih tetap berusaha menepati janji aku yaitu menjaga mamah dan kaka aku. PAH I LOVE YOU